Syntera membantu pabrik menyiapkan instalasi CNG yang aman dan stabil, mulai dari survey dan desain piping hingga testing, commissioning, dan training operator.

Dalam penggunaan gas CNG, jumlah stock gas gak jadi satu-satunya hal penentu kelancaran produksi. Tentunya gas juga harus sampai ke burner dengan pressure dan flow yang sesuai.
Masalah pada CNG biasanya baru muncul ketika beban produksi naik.
Waktu satu burner baru menyala, semuanya masih berjalan normal. Tunggu sampe beberapa mesin bekerja barengan, nanti akan terlihat pressure mulai turun, api gak stabil, dan temperatur proses sulit tercapai.
Jika pernah menghadapi kondisi seperti ini, belum tentu penyebabnya adalah supply CNG kurang. Bisa jadi kapasitas Pressure Reducing System atau PRS terlalu kecil, diameter pipa tidak sesuai, atau jalur distribusi mengalami pressure drop yang terlalu besar.
Sehingga instalasi CNG untuk pabrik gak bisa dikerjakan asal-asalan dan sekedar nyambung. Setiap part, mulai dari tube skid, high-pressure piping, PRS, metering, sampai titik penggunaan, perlu mengikuti kebutuhan mesin dan pola produksi.
Syntera menyediakan jasa instalasi pipa CNG untuk membantu pabrik menyiapkan sistem yang aman, stabil, dan siap digunakan sejak commissioning. Tim Syntera menangani prosesnya mulai dari survey dan perhitungan kebutuhan hingga pengujian, dokumentasi, serta pelatihan operator.
Jasa instalasi pipa CNG adalah layanan perancangan dan pemasangan sistem yang menyalurkan Compressed Natural Gas dari tube skid atau storage menuju burner, boiler, oven, furnace, dan mesin produksi lainnya.
CNG tersimpan pada tekanan tinggi agar volumenya lebih ringkas saat diangkut. Sebelum masuk ke mesin, PRS menurunkan tekanan tersebut secara bertahap sampai sesuai dengan kebutuhan burner.
Setiap pabrik punya kebutuhan desain yang beda-beda. Pabrik dengan satu boiler gak bisa pakai perhitungan yang sama dengan yang pakai beberapa oven dan dryer secara bersamaan.
Karena itu, Syntera tidak hanya melihat konsumsi CNG per bulan. Tim juga menghitung kebutuhan per jam, peak load, operating pressure, jumlah burner, panjang jalur, dan rencana penambahan mesin.
Pendekatan ini membantu menjaga sistem tetap stabil ketika produksi mencapai beban tertinggi, bukan hanya saat uji coba awal.
Sistem CNG bekerja dengan tekanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jalur gas pada titik penggunaan.
Kesalahan pada desain, pemilihan material, atau kapasitas equipment dapat memengaruhi keselamatan sekaligus aktivitas produksi.
Beberapa masalah yang bisa muncul antara lain:
Di lapangan, sistem yang terlihat cukup dari konsumsi bulanan belum tentu mampu melayani peak load. Dua pabrik bisa menggunakan volume CNG yang sama setiap bulan, tetapi membutuhkan kapasitas PRS berbeda karena jam operasi dan pola produksinya tidak sama.
Misalnya, pabrik pertama bekerja 24 jam dengan beban relatif stabil. Pabrik kedua hanya bekerja 8 jam, tetapi menjalankan seluruh burner dalam waktu bersamaan. Pabrik kedua bisa membutuhkan flow per jam yang jauh lebih besar.
Itulah mengapa Syntera melakukan konsultasi teknis gas dan survey sebelum menentukan sistem. Tim perlu memahami cara pabrik bekerja sehari-hari agar instalasi tidak mengalami under-sizing atau membuat perusahaan berinvestasi terlalu besar.
CNG banyak digunakan oleh bisnis dengan kebutuhan panas besar dan jam operasi panjang. Aplikasinya antara lain:
CNG dapat memasok burner, oven, furnace, dan berbagai mesin pemanas pada lini produksi. Sistem perlu mengikuti jumlah mesin, temperatur, dan pola beban fasilitas tersebut.
Pabrik makanan menggunakan gas untuk boiler, oven, fryer, dryer, dan proses pemanasan lainnya. Pressure yang stabil membantu menjaga temperatur serta konsistensi hasil produksi.
Boiler menghasilkan steam untuk proses pencucian, pewarnaan, pengeringan, dan finishing. Karena jam operasinya panjang, industri tekstil membutuhkan supply dan backup yang terencana.
CNG dapat melayani kebutuhan pemanas kandang, dryer, boiler, dan mesin pengolahan. Desain sistem perlu menyesuaikan kondisi lingkungan serta jarak antararea.
Fasilitas dengan banyak burner membutuhkan distribusi gas yang stabil saat seluruh equipment bekerja pada jam sibuk. Sistem CNG juga perlu mudah diperiksa dan dirawat tanpa mengganggu aktivitas utama.
Kalau Anda masih mempertimbangkan kecocokannya, penjelasan tentang CNG untuk kebutuhan industri dapat membantu memberikan gambaran awal.
Instalasi CNG tidak berhenti ketika gas berhasil mengalir ke burner. Tim perlu memastikan setiap komponen bekerja sesuai desain sebelum pabrik menggunakannya untuk produksi.
Syntera menjalankan pemeriksaan material, sambungan, support, valve, regulator, dan safety device selama pengerjaan. Setelah instalasi selesai, tim melakukan uji tekanan dan leak test dengan metode yang sesuai desain serta komponen sistem.
Tim juga menjalankan functional test untuk memeriksa valve, alarm, emergency shutdown, dan interlock. Setelah seluruh fungsi aman, proses berlanjut ke gas-in dan commissioning.
Untuk konteks Indonesia, salah satu referensi instalasi pipa gas bumi adalah SNI 9055-1:2022. Pemeriksaan keselamatan instalasi migas juga dibahas dalam ketentuan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Standar proyek tetap perlu disesuaikan dengan jenis fasilitas, pressure, equipment, serta ruang lingkup pekerjaan. Karena itu, Syntera memeriksa setiap lokasi sebelum menentukan desain dan metode pengujiannya.
Banyak perusahaan tidak hanya membutuhkan kontraktor yang bisa memasang pipa. Mereka membutuhkan partner yang memahami hubungan antara instalasi, mesin, supply gas, dan target produksi.
Syntera mengerjakan instalasi dengan pendekatan siap operasi. Ruang lingkup layanan yang tersedia meliputi:
Syntera juga mempertimbangkan bagaimana operator akan menggunakan sistem setelah proyek selesai. Posisi valve, akses pemeriksaan, jalur pipa, serta titik monitoring perlu mudah dipahami oleh tim operasional.
Tujuannya bukan hanya membuat instalasi bekerja saat serah terima. Sistem harus tetap praktis saat diperiksa, dirawat, dan digunakan setiap hari.
Setiap pabrik memiliki mesin, layout, pressure, dan pola produksi yang berbeda. Karena itu, Syntera tidak langsung menawarkan satu paket instalasi untuk semua perusahaan.
Tim akan mempelajari kebutuhan operasional Anda lebih dahulu. Dari data tersebut, Syntera dapat menentukan kapasitas PRS, jalur piping, safety system, dan rencana supply yang sesuai.
Kalau perusahaan Anda sedang mempertimbangkan CNG atau sudah memiliki rencana instalasi, siapkan informasi konsumsi bahan bakar, jam kerja, kapasitas burner, jumlah mesin, serta lokasi pabrik. Biasanya, dari pembahasan awal tersebut tim sudah bisa melihat scope yang perlu diperiksa saat survey.
Syntera membantu mulai dari perhitungan, instalasi, testing, commissioning, sampai training operator dan pengaturan supply. Dengan begitu, sistem CNG tidak hanya selesai dipasang, tetapi benar-benar siap mendukung aktivitas produksi.
Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan solusi pengiriman gas yang stabil, aman, garansi 100% dan responsif 24/7.